Komisi Pemilihan Umum telah mensahkan rekapitulasi penghitungan suara
untuk KPU Provinsi Kalimantan Barat. Dari semua calon legislatif DPR RI
di daerah pemilihan Kalimantan Barat, dr. Karolin Margret Natasa
memperoleh suara terbanyak 397.481.
Pada Pemilu Legilatif 2014, Karolin Margret Natasa kembali maju
sebagai bakal calon anggola legislatif (bacaleg) dari Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) di daerah pemilihan Kalimantan Barat. Ia
ditempatkan dinomor urut 2 setelah Dolfie O.F.P.
Dari pantauan wartawan dalam rekapitulasi hasil perolehan suara
daerah pemilihan (dapil) provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), surat suara
sah 12 partai politik mencapai 2.478.262, dan suara tidak sah 240.534.
Sementara total pemilih dari DPT, DPTb, DPK, DPKTb, berjumlah 3.549.448.
Putri sulung Gubernur provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Drs.
Cornelis, M.H., dr. Karolin Margret Natasa adalah calon petahana dari
asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan nomor urut dua.
Perolehan suara tertinggi berikutnya dalam data rekap itu adalah caleg
PDIP nomor urut satu, Dolfie O.F.P. 107.855 suara, disusul politisi
Partai Golongan Karya (Golkar) nomor 1 Zulfadhli M.M. Mereka semua calon
petahana.
Berikut perolehan suara sah masing-masing partai politik di daerah
pemilihan (dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) yakni Partai Nasional
Demokrat (NasDem) 168.741 suara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 117.937
suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 102.146 suara, Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) 817.770 suara, Partai Golongan Karya
(Golkar) 348.986 suara, Partai Gerindra 236.281 suara, Partai Demokrat
(PD) 196.890 suara, Partai Amanat Nasional (PAN) 196.212 suara, Partai
Persatuan Pembangunan (PPP) 136.564 suara, Partai Hanura 86.741 suara,
Partai Bulan Bintang (PBB) 30.813 suara, PKPI 139.181 suara.
Seperti dikabarkan sebelumnya, meski proses penghitungan suara
pemilihan legislatif belum selesai. Namun, beberapa pihak atau caleg
sudah dipastikan akan merasakan empuknya kursi parlemen di DPR RI.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah
merampungkan perhitungan suara Pemilu legislatif tingkat DPR RI, Jumat
(25/4/2014).
Sebanyak 119 calon legislatif (caleg) dari 12 partai politik akan
bertarung sengit untuk saling berebut simpatik masyarakat Kalimantan
Barat (Kalbar) agar dapat duduk di Senayan selama lima tahun ke depan.
Dilihat dari latar belakangnya beragam. Selain mengusung 10 incumbent
dan pendatang baru, tak sedikit caleg dengan kategori pengusaha dan
penguasa yang akan bertarung memanaskan perebutan kursi Senayan.
Berdasarkan data olahan Media Center KPU rilisan 7 April 2009, dari
situs http://mediacenter.kpu.go.id/, jumlah caleg DPR RI Dapil Kalbar
sebanyak 213 orang. Dari jumlah tersebut hanya 10 orang terpilih duduk
di Senayan waktu itu.
Dan, di antara mereka adalah para wanita-wanita cantik. Di balik
wajah cantik mereka, tersimpan harapan dan suara-suara rakyat Indonesia.
Politikus yang memiliki wajah rupawan dari Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan yang juga merupakan putri sulung Gubernur provinsi
Kalimantan Barat (Kalbar), Drs. Cornelis, M.H., dr. Karolin Margret
Natasa, diperkirakan lolos menjadi wakil rakyat.
Politisi asal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
yang berdomisili di Jakarta Utara ini, Karolin Margret Natasa, caleg
incumbent meraih suara tertinggi di daerah pemilihan Kalimantan Barat.
Dalam pleno rekapitulasi real count yang digelar di Hotel Mercure
Pontinak, suara calon legislatif nomor urut 2 dari Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP), Karolin Margret Natasa tak terbendung.
Rekapitulasi menetapkan caleg PDIP No urut 2 ini memperoleh suara
52,236 dan suara PDIP mencapai 14,422. Keseluruhan suara PDIP dan caleg
DPR RI dapil Kalbar mencapai 99,588 untuk tingkat Kabupaten Sanggau.
Tidak tanggung-tanggung suara untuk dirinya pribadi mencapai 397.481.
Suara yang diraih Karolin Margret Natasa itu juga melebihi total jumlah
masing-masing suara sah partai dan suara calon dari 11 partai lainnya.
Jumlah itu juga yang membuat total suara untuk PDIP tembus 817.770 vote.
Secara keseluruhan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
mendapat 817.770 suara atau 33 persen dari 2.478.622 suara sah di
Kalimantan Barat.
Dr. Karolin Margret Natasa lahir di Mempawah pada tanggal 12 Maret
1982 menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 melalui Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP). Dr. Karolin Margret Natasa maju di daerah
pemilihan Kalimantan Barat yang meliputi seluruh kabupaten/kota yang ada
di Kalimantan Barat: Kabupaten Sambas, Bengkayang, Pontianak, Landak,
Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu,
Kota Pontianak, dan Singkawang. Putri dari Gubernur Kalimantan Barat
periode 2008-2013, Drs. Cornelis, M.H. ini terpilih sebagai anggota DPR
RI Komisi IX dari partai PDI Perjuangan yang terpilih daerah pilihan
Kalimantan Barat pada tahun 2009 setelah menempati posisi ke 3 setelah
Edhi Baskoro dan Puan Maharani. Ia kemudian ditempatkan di Komisi IX,
dia menangani masalah di Komisi IX yang membidangi Kependudukan,
Kesehatan, serta Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Selain menjadi anggota
DPR RI , dia juga menjabat sebagai anggota MPR RI.
Dari daerah pemilihan Kalbar, partai kepala banteng hampir dipastikan
mengirimkan tiga wakilnya. “Sangat puas dengan perolehan suara partai,
tertinggi di tingkat kabupaten ini. Apalagi tertinggi dari partai lain.
Kalau untuk caleg yang paling tertinggi adalah Karolin,” kata ketua
Dewan Sanggau dari PDIP, Jumadi.
Anggota Komisi IX DPR RI periode 2009-2014 dari daerah pemilihan
(dapil) Kalimantan Barat (Kalbar), kelahiran 12 Maret 1982 di Mempawah
yang juga adalah puteri Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, dr. Karolin
Margret Natasa tidak sendiri.
Dr. Karolin Margret Natasa adalah seorang dokter lulusan Universitas
Atmajaya Jakarta ini bersama beberapa kader PDIP lainnya dari daerah
pemilihan (dapil) Kalimantan Barat juga berhasil tembus ke Senayan.
Tidak hanya Karolin Margret Natasa, beberapa kader PDIP lainnya dari
daerah pemilihan Kalimantan Barat juga lolos ke Senayan, yaitu Lasarus
dan Gabriel Michel Jenno. Selain Karolin Margret Natasa, petahana
Lasarus juga lolos. Sementara nama baru yang akan berangkat ke Senayan
adalah Gabriel Michael Jeno. Pengusaha ini mampu menggeser calon
incumbent di internal partainya, Dolfie OFP. Suara keduanya terpaut
cukup banyak, 34.940 suara berbanding 55.121 suara.
Sementara itu, partai-partai yang bakal punya wakil di DPR dari dapil
Kalbar adalah Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai
Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional
(PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Masing-masing cuma mengutus satu orang saja. Secara berurutan sesuai
partai di atas, nama-nama yang tembus adalah; Syarif Abdullah; Daniel
Johan, Zulfadhli, Katherine A. Oendoen, Erma Suryani Ranik, Sukiman, dan
Usman Jafar.
Alih-alih memperhatikan persaingan antarpartai, persaingan antarcaleg
dalam satu partai malah lebih menarik. Adu banyak suara di internal
partai-partai tersebut cukup ketat.
Di Partai Golkar misalnya, Zulfadhli harus mengalahkan sesama
petahana Kamaruddin Sjam dan mantan Bupati Ketapang Morkes Effendi.
Partai beringin pada periode lalu punya dua wakil, kini kemungkinan
hanya punya jatah satu orang saja.
Sementara di PAN, Sukiman mampu mengungguli mantan Bupati Sambas
Burhanuddin A. Rasyid. Morkes Effendi dan Burhanuddin A. Rasyid juga
kalah saat berpasangan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar pada
2012 lalu.
Begitu juga dengan kondisi Partai Demokrat (PD). Dua calon petahana,
Albert Yaputra dan Lim Sui Khiang kandas harapannya untuk kembali lagi
menjadi anggota Dewan yang terhormat. Mereka disisihkan oleh caleg
perempuan, Erma Suryani Ranik. Nama terakhir saat ini masih duduk
sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Namun, paling seru terjadi di Partai Gerindra. Katherine A. Oendoen
yang terpilih, suaranya hanya terpaut tipis dengan koleganya, mantan
wali Kota Singkawang, Hasan Karman. Katherine A. Oendoen memperoleh
38.455 suara, sedangkan Hasan Karman punya 37.659 suara. Hal ini
membangkitkan ingatan akan kekalahannya dalam pemilihan wali Kota
Singkawang tahun 2012 lalu, dimana dia juga kalah sangat tipis dari
Awang Ishak.
Sementara Daniel Johan melenggang ke Jakarta hanya dengan 28.608 suara saja.
Kontras dengan Karolin Margret Natasa yang suara pribadinya hampir
400 ribu. Suara Daniel Johan pun jauh lebih kecil dari suara yang diraih
H. Alifudin, S.E., M.M., (36.835 vote) dari PKS, Drs. Kamaruddin Sjam,
M.M. (53.066 vote) dan H. Morkes Effendi, S.Pd., M.H. (63.624 vote)
dari Partai Golkar yang tidak berhasil duduk di Senayan. Daniel Johan
pun berhasil duduk meski suara pribadinya tak sebanyak Hasan Karman dari
Partai Gerindra dan suara Dolfie O.F.P dari PDIP (34.940 vote).
Sedangkan Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid dari PAN yang memperoleh suara
pribadi 58.722 pun belum dapat duduk jika dibandingkan dengan suara
Daniel Johan. PKB memiliki total suara yang lumayan dengan 117.936 vote
sehingga Daniel Johan yang wakil sekretaris jenderal DPP PKB pun lanjut
ke Senayan. Daniel Johan tertolong karena suara Partai.
Pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Maria Goreti
menjadi pemilik suara terbanyak dan dipastikan lolos. Tiga orang yang
akan menemaninya adalah pemilik OSO Group Oesman Sapta Odang, Abdul
Rahmi, dan Rubaeti Erlita. Dua incumbent Hairiah dan Ishak Saleh pupus
peluang untuk mempepanjang masa kerjanya, walaupun punya suara tak
sedikit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar